Posts

Konsumsi Media dan Kecemasan di Masa Pandemi

Image
Merebaknya wabah Corona atau yang dikenal dengan Covid-19 tak hanya meruntuhkan sendi-sendi ekonomi tapi juga kondisi mental masyarakat yang ditandai meningkatnya kecemasan yang dialami. Dilansir dari Tribun Bali, Sabtu 28 Maret 2020 di Bali sejak adanya wabah covid-19 ini, jumlah konseling ke psikiater yang berkaitan dengan kecemasan terhadap virus ini bertambah.Menurut I Gusti Rai Putra Wiguna, Psikiater RSUD Wangaya, Denpasar tidak hanya ketakutan terhadap wabah virus tersebut yang membuat masyarakat cemas, melainkan dampak ekonomi yang berpotensi menimbulkan depresi. Sejak wabah virus Corona ini merebak di Indonesia, sedikitnya ada 20 pasien yang telah ia tangani karena mengalami kecemasan berlebih akan wabah CoronaWiguna yang membuka konseling psikososial secara online dan gratis bersama Komunitas Teman Baik, sebuah komunitas kesehatan mental di Denpasar mengatakan 20 pasien yang meminta konsultasi semua karena kecemasan akibat pandemi Covid-19.“Rata-rata keluhan pasien tersebut …

Kerinduan Doa-doa

Image
Kudengar doa mengalunDari pura sebelah rumahKabarkan rindu kampungPuluhan tahun lalu berlaluKutinggalkan dan kulupaUntuk apa bertahan di kotaJika pekerjaan tak ada lagiPandemi sudahi semuanyaPantai kini sepi, kota seakanmati, tragedi belum juga usaiKesunyian aku rasakan di hatiSeperti surat pemutusan kerjaKubaca dengan rasa putus asa Harapan kurasa tak ada lagiLari atau hadapi kenyataan Ada yang mengajakku berdoaMengadu pada pemilik hidup Telah lama aku tak percaya Menghamba pada logika Tak membuatku bahagia Aku pulang dengan keharuanBanyak kenangan yang datangKerinduan itu lamaterpendam Kuperam dalam hangat jiwaSeperti sebuah doa-harapan Denpasar, 24 Juni 2020, 21:29 WITA

Mengenali Diri Sendiri, Upaya Cegah Pengangguran

Image
Tingginya angka pengangguran di Bali menjadi persoalan tak hanya bagi pemerintah, namun juga pelaksana pendidikan, seperti sekolah dan universitas. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, pada tahun 2017 jumlah pengangguran di Bali sebanyak 36.143 orang, dan angka tertinggi ditempati kota Denpasar yakni 13.556 orang.
Denpasar sebagai ibu kota provinsi Bali menjadi kota tujuan migrasi tak hanya dari kabupaten/kota lain di Bali, namun juga dari provinsi lain seperti Jawa Timur, NTB dan NTT. Pemerintah provinsi Bali dan kota Denpasar sejatinya telah melakukan terobosan dan program untuk mengurangi pengangguran dengan mengadakan job fair yang diadakan sekali atau dua kali dalam setahun dengan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan di Bali namun upaya tersebut tampaknya belum mampu menekan angka pengangguran.
Menjadi pertanyaan kenapa langkah pemerintah tersebut belum bisa menekan angka pengangguran. Job Fair atau pameran bursa kerja, sebagai mana tujuan awalnya mempertemu…

Kamar Kos dan Demokrasi

Image
Aku belajar sesuatu dari hidup dan tinggal di rumah kos; sebuah demokrasi! Kami hidup sendiri-sendiri, dengan berbagai pekerjaan, perjuangan dan nasib yang dipikul masing-masing penghuni.

Tak ada tegur sapa, jika pun ada itu hanyalah basa-basi adat ketimuran. Jika ada yang berbicara banyak, bisa dipastikan itu dari kawan sekampung dan bukan orang lain. Atau ibu-ibu yang bergosip tentang tetangga tak jelas pekerjaannya, sebab ia sering di kamar dan menulis entah apa (penyair kurus-berkacamata di kamar atas).

Demokrasi, ya, demokrasi. Orang boleh bicara apa saja, asal tak didengar orang lain--jangan lupa tutup pintu dan jendela, atau hidupkan musik keras-keras. Asal tak menganggu ketertiban- ketentraman,semua sah-sah saja.

Tangis bayi lapar atau ibu marah-marah adalah orkestra sehari-sehari. Tak bisa dicampuri, sebab itu kesunyian nasib yang hakiki. Kau kenyang atau lapar tak ada yang peduli, sebab begitulah TV mengajarkan--hidup bagai orang kota yang egois dan individualis.

Tak perlu memb…

Ratnakara

Image
Semua akan berubah, tak ada yang kekal Kita pun bergegas di jalan penuh cemas
“Lompatlah!” dulu Guru kita pernah berkata Namun aku memilih jatuh di jurang itu juga
Babak-belur dihantam duka lara kehidupan Hingga akhirnya datang lagi kebijaksanaan
Kudengar nyanyian merdu malam purnama Engkau memanggil mereka yang lupa jalan
Ada yang melupakan kenangan bersama Mangkuk nasi bersama doa kebahagiaan
Kalender berganti dengan cepat dan tergesa Kembang api menyala di malam kesia-siaan
Kutuk masa lalu tiba-tiba menghantui ingatan Suara hati mengajakku masuk ke dalam diri


Denpasar, 13 Januari 2020, 02:20 AM

Enam Babak Percakapan

Image
Enam Babak Percakapan untuk para guru

/1/
Kita menjadi congkak karena hidup di dunia sombong. Buku-buku etalase luar biasa bagi orang pintar. Intelektual suci, dipanggil guru!

/2/
Kata-kata hebat sengaja kukutip untukmu. Bangunlah, hari sudah siang dan mimpi semalam buat kita enggan terbangun.

/3/
Kebijaksanaan di alam luas, tak hanya pada buku kau beli di pasar. Kicau burung pun bicara arti kehidupan. Langit selalu beri tanda.

/4/
Kita selalu berdebat, berebut nama di rupa tak lagi muda. Wajah perempuan belia terukir di kayu tubuh. Nalar liar pembenar, jiwa khianat.


/5/
Kesadaran palsu. Berjubah polos dengan kata mutiara dari mulut kerap tersenyum. Kita semua korban, tersisih bumi yang jahat dan kejam.

/6/
Aku rindu sawah menghijau. Iringan pemuja tuhan berbaju putih, menunduk saat kearifan lahir; batin tenang damai. Mistik dunia baru.

Denpasar, 15 Oktober 2019, 11.35 AM

Sumber gambar: pixabay.com

Bedah Rumah; dari ODGJ untuk ODGJ

Image
Rumah Berdaya Denpasar siang itu tampak lebih sepi dari hari biasa. Hanya tampak beberapa pegawai yang bertugas. Di masa pembatasan sosial karena wabah Covid-19 memang warga Rumah Berdaya dihimbau untuk lebih banyak di rumah, hanya pada saat berobat datang ke komunitas orang dengan gangguan jiwa yang berlokasi di Jalan Raya Sesetan, Pegok, Denpasar Selatan ini.
Saya menemui Nyoman Sudiasa, Koordinator Rumah Berdaya Denpasar dan berbincang tentang kegiatan bedah rumah yang baru saja selesai dan diserahterimakan pada akhir Maret 2020 lalu. Bedah rumah adalah program baru Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) simpul Bali, induk organisasi Rumah Berdaya Denpasar.
Biasanya, program bedah rumah diinisiasi oleh pemerintah. Namun yang dilakukan kali ini berbeda. Bedah rumah dikerjakan oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) khususnya skizofrenia. Mereka adalah warga Rumah Berdaya Denpasar yang telah pulih.
Pak Nyoman, panggilan akrab Nyoman Sudiasa dengan samringah menceritakan pengala…