Di tengah kekayaan makna, izinkan sesekali hening dan sepi itu "berbicara." Tidak dalam posisi menyalahkan, namun datang sebagai pelengkap yang belum tentu lengkap.
Di toko modern, penyair itu memesan kopi. Dia bangun dini hari, ingin menikmati pagi Jalanan gelap, lampu-lampu dipadamkan. Pengemudi memacu kencang kendaraan. Tadi dia sempat merapikan buku-bukunya. Hendak dijual semua untuk penuhi hidup. Istrinya tak suka ia mencintai buku-buku Tak mendatangkan uang tidak berguna Dia suka kalau penyair itu banyak menulis Perlu membaca jika ingin mewujudkan itu. Logika sering memusuhi perasaan penyair Membuat mereka sering berselisih paham. Penyair itu ingin berpisah dengan istrinya Istrinya menolak tidak mau meninggalkan Ada yang mesti diperjuangkan selama ini Pergi bukan jawaban yang bijaksana kini Mereka hanya perlu memperbaiki cinta Memahami bahwa semua akan baik saja. Di meja ia teringat istrinya masih terlelap Dibelinya roti coklat juga susu lalu pulang 2023 [Photo by Annie Spratt on Unsplash ]
Taman Baca Kesiman adalah salah satu perpustakaan asyik di Denpasar. Foto tamanbacakesiman.com Kata “literasi” kian populer sejak beberapa tahun terakhir. Menurut kamus online Merriam-Webster, Literasi berasal dari istilah latin 'literature' dan bahasa inggris 'letter'. Literasi merupakan kualitas atau kemampuan melek huruf/aksara yang di dalamnya meliputi kemampuan membaca dan menulis. Namun lebih dari itu, makna literasi juga mencakup melek visual yang artinya "kemampuan untuk mengenali dan memahami ide-ide yang disampaikan secara visual (adegan, video, gambar)." National Institute for Literacy, mendefinisikan literasi sebagai "kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat." Definisi ini memaknai Literasi dari perspektif yang lebih kontekstual. Dari definisi ini terkandung makna bahwa definisi Literasi tergantung pad...
Media sosial kini menjadi permainan yang mengasyikkan bagi kebanyakan orang, termasuk para penulis. Menjadi wadah ekspresi tempat berbagi pemikiran dan karya, melalui tulisan pendek dan panjang atau sekadar status yang hanya terdiri dari beberapa kata atau kalimat. Ruang interaktif yang menjadi ciri khas media ini membuat setiap tulisan bisa dikomentari pengguna lain menghadirkan suasana yang hampir mirip dengan kehidupan nyata. Bahkan, Hiperrealitas, meminjam istilah seorang pemikir. Saya perhatikan, beberapa kawan penulis yang aktif di media sosial juga aktif menghasilkan karya misalnyamenulis buku. Awalnya saya berasumsi media sosial menjadi godaan besar penulis, karena bisa menyita waktu produktif dengan saling berbalas komentar atau terlibat dalam diskusi dan obrolan tentang sebuah isu atau fenomena yang hangat di masyarakat. Namun, tak semua penulis gemar menggunakan media sosial, ada juga yang menghindarinya. Bagi penulis yang jeli dan cerdas, media sosial bis...
becik ru....lanjutkan
ReplyDelete